BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Saat ini para nelayan di Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir mengaku kesulitan mendapatkan BBM dengan harga standar yang ditetapkan pemerintah.
Pasalnya, solar packed dialer nelayan atau SPDN di desa tidak aktif beroperasi untuk melayani keperluan BBM para nelayan.
Keluhan nelayan ini disampaikan M Adim Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Seruyan.
Menurutnya keberadaan SPDN yang sudah beberapa bulan terakhir tidak aktif beroperasi menjadi keluhan.
“Karena SPDN di Desa Sungai Undang, tidak aktif beroperasi, maka nelayan terpaksa membeli BBM eceran yang harganya lebih mahal,” ucapnya, Selasa, 6 Oktober 2020.
--page
Sebagai perwakilan para nelayan, M Adim berharap masalah sulitnya nelayan mendapat BBM dengan harga terjangkau ini, bisa di carikan jalan keluarnya.
Apalagi saat ini memasuki waktu nelayan rutin untuk melaut, sehingga di harapkan SPDN bisa kembali aktif beroperasi agar masyarakat nelayan mudah mendapatkan BBM untuk keperluan melaut. (FAHRUL/B-6)








