BORNEONEWS, Tamiang Layang - Seluruh desa di wilayah Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur telah melaksanakan musyawarah rencana pembangunan desa atau Musrenbangdes.
"10 desa yang ada di Patangkep Tutui sudah selesai," ungkap Camat Patangkep Tutui, Bertulumeus, Rabu 7 Oktober 2020.
Pada Musrenbangdes kali ini pada umumnya pemerintah desa memprioritaskan rencana pembangunan yang tertunda pada 2020.
"Karena banyak yang belum terlaksana akibat dampak Covid-19 tahun ini, maka diprioritaskan realisasinya 2021," jelasnya.
Sebagai upaya untuk membantu ekonomi masyarakat di desa, dia meminta agar pemerintah desa memaksimalkan pemberdayakan masyarakat desa dalam pelaksanaan program pembangunan desa.
--page
"Yang sifatnya fisik seperti program padat karya tunai desa itu harus memberdayakan tenaga lokal desa," tegasnya.
Bertulumeus menambahkan sesuai intruksi Kemendes PDTT terbaru, program padat karya tunai desa diharuskan membagi 50 persen dari anggaran pembangunan untuk belanja barang dan material serta 50 persen untuk upah.
"Dulunya 30 persen upah, 70 persen untuk belanja barang, tapi untuk membantu perekonomian masyarakat desa saat pandemi Covid-19, upah dinaikkan menjadi 50 persen" imbuhnya.
"Saya berharap pemerintah desa dapat melaksanakannya dengan baik sehingga aturan ini memberi dampak positif di desa," pungkasnya. (BOLE MALO/B-6)








