BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini mendorong agar sektor pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bisa maksimal.
Menurutnya seiring dengan mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membayar lantaran masuknya program PTSL dari Badan Pertanahan Nasional.
"Saya kira saat ini yang menjadi sumber pendapatan kita masih bisa stabil dari sektor PBB, setidaknya ini tidak juga membuat PAD kita menjadi terjun bebas seperti sektor lainnya,"kata Khozaini, Kamis, 8 Oktober 2020.
Khozaini mengakui dampak anjloknya PAD Kotim itu berimbas kepada sektor pembangunan. Pihaknya sangat memaklumi jika PAD Kotim tahun ini tidak tercapai karena kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha sedang terpukul pandemi Covid-19 itu.
Dia juga menyebutkan pembayaran pajak tanah dan bangunan milik masyarakat ini juga untuk mempermudah program pemerintah lainnya.
--page
Bahkan Khozaini beranggapan dengan dibayarnya pajak itu ke Bappenda Kotim bisa ikut menekan terjadinya tumpang tindih lahan masyarakat.
Dengan didaftarkan dan dibayar PBB petugas Bappenda turun lapangan, cek lokasi, dengan mengambil koordinat dan terintegrasi dengan peta satelit.
Sehingga ketika ada yang mau bayar pajak diobek yang sama maka sudah mulai terdeteksi potensi ada sengketa lahan disitu. (NACO)








