BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota dan Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Lohing Simon melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Kamis 8 Oktober 2020.
Kunker ini untuk mempelajari inovasi dan strategi pengembangan produk khas daerah berbasis kearifan lokal di Bali.
"Kita ingin melihat bagaimana cara pengembangan produk khas daerah mereka, apa saja strategi dan inovasi mereka sehingga bisa bersaing dengan produk dari luar daerah," katanya, Jumat 9 Oktober 2020.
Lohing menuturkan salah satu produk khas daerah dikembangkan Bali seperti produk makanan dan minuman fermentasi atau distilasi. Karena Bali dinilai berhasil dalam mengembangkan produk khas daerah berbasis kearifan lokal.
"Di Kalteng pun kita memiliki minuman tradisional beralkohol yang dibuat dengan metode dan bahan tradisional yang kita sebut baram, arak atau tuak," jelasnya.
--page
Dia menambahkan bahwa minuman tradisional itu merupakan kearifan lokal yang telah ada sejak turun-temurun dan digunakan dalam acara-acara adat.
"Bagi masyarakat Dayak menyuguhkan baram atau arak ini kan merupakan simbol pertemanan, kekeluargaan dan penghormatan, meski demikian tidak wajib atau tidak ada paksaan untuk meminumnya," tutupnya. (NOPRI/B-6)








