BORNEONEWS, Sampit - Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim), AKBP Abdoel Harris Jakin memimpin langsung pengamanan aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM dan OKP, yang melakukan renungan suci dan doa bersama sebagai bentuk penolakan UU Cipta Kerja di halaman DPRD, Sabtu malam, 10 Oktober 2020.
AH Jakin menilai aksi tersebut sangat elegan dan bisa tersampaikan dengan baik aspirasi mereka kepada anggota legislatif. Bahkan kegiatan itu juga berjalan tertib dan aman.
"Aksi yang dilakukan adik-adik mahasiswa ini sangat elegan. Komunikasi antara mereka dan anggota legislatif berjalan lancar dan dapat diterima dengan baik," ujar AH Jakin.
Dia juga mengatakan, aksi tersebut bukanlah hal yang mudah dilaksanakan. Karena, akan ada saja yang mencemooh dan tidak simpati.
Apalagi, keputusan yang diambil tersebut bukanlah hal populer. Namun, apa yang dilakukan tersebut patut diapresiasi.
--page
"Penyampaian aspirasi bisa dilakukan dengan cara apa saja. Dan alangkah baik dan bagusnya dilakukan dengan hal yang elegan, dan tidak merusak serta melanggar hukum," kata Jakin.
Dia juga menyebutkan, dalam Agama Islam, manusia sudah diingatkan agar jangan menimbulkan bahaya dan membahayakan orang lain. Sehingga, janganlah mengambil suatu keputusan dengan amarah.
"Terkadang kita lupa dengan marah kita," terang Jakin.
Dia juga mengingatkan bahwa UU Cipta Kerja yang sudah ditetapkan tersebut akan berubah, jika Allah SWT berkehendak. Sehingga, apa yang dilakukan oleh mahasiswi malam ini dengan menggelar doa bersama tersebut adalah hal yang baik. Karena menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.
"Mudah-mudahan aksi doa bersama ini didengar Allah SWT, dan apa yang diminta diijabah. Karena Allah SWT lah yang berkuasa dan pemilik alam semesta ini," terang Jakin. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








