PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jalan di seputar Bundaran Tudung Saji atau biasa dikenal Bundaran Sampah, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat rusak pasca-banjir. 

Terdapat genangan air berlumpur di lubang-lubang jalan sepanjang ratusan meter. Akibatnya, selain sejumlah kendaraan berat bermuatan buah sawit terbalik, banyak pengendara roda dua yang melintas terjatuh di dalam kubangan lumpur dan juga ada yang memutar balik.

Selain itu, lumpur yang terbawa roda kendaraan membuat jalan menjadi sangat licin, terutama menuju Bundaran Tudung Saji, hingga ke arah ruas Jalan A Yani.

Sebagaian besar warga Kelurahan Raja Seberang, Mendawai Seberang, dan Kelurahan Baru mengeluhkan rusaknya infrastruktur jalan tersebut. Warga berharap, ruas jalan tersebut segera diperbaiki, karena sudah hampir satu bulan ini warga dihadapkan pada kondisi jalan yang rusak.

Rokadi, salah seorang warga Kelurahan Raja Seberang mengatakan, rusaknya ruas jalan ini dinilai akibat ketidaktegasan dinas terkait yang masih membolehkan kendaraan dengan tonase berat melintas.

--page

"Belum lama ini truk bermuatan buah sawit terguling, karena sopir truk memaksakan diri melintas di ruas jalan tersebut, belum lagi banyak pemotor yang terjebak di kubangan lumpur," ujarnya, Minggu, 11 Oktober 2020.

Ia juga menuturkan, beberapa kali ia melihat warga harus putar balik terpaksa membatalkan tujuannya karena tidak berani melintas. Padahal ruas jalan tersebut merupakan akses utama warga di dua kelurahan di bantaran sungai Arut, sebagai mobilitasnya sehari-hari.

Roni, warga Kelurahan Mendawai Seberang, juga mengeluhkan kondisi jalan di bundaran sampah yang tidak kunjung diperbaiki. Sejauh ini, perbaikan hanya dengan menimbun lubang di beberapa titik dengan kerikil.

"Lebih lagi kalau malam hari, banyak pengendara yang harus jatuh di lumpur, terutama perempuan. Kita berharap agar menjadi perhatian pemerintah dan segera dilakukan perbaikan," tuturnya. (DANANG/B-7)