BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 500 aparat keamanan dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi demo buruh dan mahasiswa di depan gedung DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Ada 500 aparat yang kami terjunkan untuk pengamanan hari ini, yang merupakan dari TNI, Polri, Brimob, dan Satpol PP," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Senin, 12 Oktober 2020.
Pengamanan ini dilakukan sebagai langkah dari aparat, agar aksi damai tersebut tidak ada yang memprovokasi yang berujung pada kericuhan.
"Kami tidak ingin aksi demo ini ricuh, oleh sebab itu kami berikan pengamanan yang maksimal," kata Jakin.
Polisi juga memasang kawat berduri di depan Kantoe DPRD Kotim. Selain itu juga menyiapkan mobil penghalau masa, dan keamanan lainnya.
Sejumlah anggota juga dilengkapi dengan tameng dan helem lengkap sebagai antisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
--page
Sementara hingga pukul 15.57 WIB aksi demo buruh dan mahasiswa tolak UU Cipta Kerja tersebut masih berlangsung. Mereka masih meneriakkan, "Sampit Melawan," dan, "Omnibus gagal." Sebagai simbol perlawanan mereka terhadap disahkannya UU Omnibus Law tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








