BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Angka kasus penularan dan tingkat kesembuhan pasien positif covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang cukup tinggi apakah bisa dikatakan bahwa saat ini sudah terjadi herd immunity atau kekebalan kelompok?
Ternyata menurut Juru Bicara (jubir) Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kobar yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kobar Achmad Rois, Selasa, 13 Oktober 2020 herd immunity masih belum diterapkan dan terjadi di Kobar.
"Karena bedasarkan ilmu epidermologis, Herd Immunity atau Kekebalan kelompok adalah suatu bentuk perlindungan tidak langsung dari penyakit menular yang terjadi ketika sebagian besar populasi menjadi kebal terhadap infeksi," jelas Achmad Rois.
Kekebalan terssbut, menurut Achmad Rois, didapatkan individu melalui infeksi sebelumnya atau vaksinasi, sehingga individu yang tidak kebal ikut terlindungi.
"Herd immunity terjadi bila T atau 80 persen jumlah masyarakat terinfeksi secara alamiah. Sementara di Kobar jumlah yang terinfeksi, berdasarkan data epidermologis yang kami miliki belum sebanyak itu," jelas Achmad Rois.
--page
Meskipun, menurut Achmad Rois, bila dibandingkan dengan kondisi dilapangan biasanya data epidermologis bisa dikatakan merupakan fenomena gunung es.
"Artinya yang terlihat hanya sedikit, sementara yang tidak diketahui diperkirakan lebih besar. Tetapi untuk menentukan apakah herd immunity sudah terjadi di suatu tempat, tentunya diperlukan data epidermologis mengenai jumlah yang terinfeksi," jelas Achmad Rois.
Selain itu, menurut Achmad Rois, saat ini vaksin covid-19 juga masih dalam proses uji coba oleh para ahli.
"Sehingga pertemuan antara infeksi alamiah dan vaksinasi itulah yang akan meimbulkan kekebalan. Khusus untuk di Kabupaten Kobar lagi saat ini penularan covid-19 bukan terjadi per-cluster lagi, namun sudah terjadi penularan lokal. Sehingga cara yang bisa dilakukan saat ini untuk memutus mata rantai penularan adalah disiplin mentaati protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan sebelum dan usai beraktivitas dan menjaga jarak aman," jelas Achmad Rois. (WAHYU KRIDA/B-5)








