BORNEONEWS, Sampit - Serikat rakyat Kotawaringin Timur menyatakan akan melakukan aksi lagi, apalagi keinginan mereka untuk audiensi dengan DPRD Kotim tidak dilaksanakan lantaran tidak mendapat tanggapan.
"Rencana kalau tidak Kamis, 15 Oktober kami akan turun lagi pada Senin, 19 Oktober 2020," kata Utomo Ardiansyah salah satu kordinator lapangan massa, Selasa, 13 Oktober 2020.
Menurutnya juga mereka akan menyatakan mosi tidak percaya kepada para wakil rakyat tersebut, selain itu aksi yang dilakukan dengan mengerahkan banyak massa lagi.
Sementara itu Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, SP Lumban Gaol yang saat itu bertemu dengan perwakilan serikat rakyat Kotim menyatakan mendukung aksi mereka.
"Karena kita yakin apalagi adik-adik mahasiswa itu aksi yang mereka lakukan murni dari hati mereka dan tidak ada kepentingan pihak manapun," ucapnya.
--page
Namun Gaol menekankan agar aksi yang dilakukan tersebut tetap dilakukan secara damai dan tidak bersikap anarkis.
Begitu juga dengan Anggota Komisi I lainnya Khozaini, mengaku mendukung agar mahasiswa maupun masyarakat yang melakukan aksi tersebut tetap mengendap kedamaian.
"Jangan kita batasi mereka, biar mereka menyampaikan aspirasi mereka, karena itu bagian kontrol mereka kepada kita dan pemerintah, saya yakin adik mahasiswa dan masyarakat melakukan aksi itu secara damai," tegasnya.
Sementara itu anggota Komisi I lainnya, Rimbun menyatakan permohonan maaf kepada perwakilan serikat rakyat Kotim karena tidak bisa menindaklanjuti tuntutan mereka lantaran terbatasnya kewenangannya yang hanya sebagai anggota.
"Padahal ini permasalahan urgen tapi kurangnya kepedulian," tandasnya. Rimbun berharap perwakilan serikat rakyat Kotim itu bisa diterima agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut. (NACO/B-6)








