BORNEONEWS, Sampit - Seorang pengusaha bahan bangunan atau pemilik Toko Muna Bangunan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi korban penipuan melalui pesan singkat yang mengatasnamakan Camat Baamang, Selasa, 13 Oktober 2020.
Akibat hal tersebut, korban mengalami kerugian Rp 100 ribu karena telah mentransfer pulsa yang diminta oleh penipu tersebut.
"Saya hanya ketipu pulsa saja, dengan total Rp 100 ribu yang saya kirim kepada penipu tersebut," ujar Iwan, saat dikonfirmasi.
Dia mengaku bahwa penipuan tersebut dilakukan oleh pelaku melalui pesan singkat di ponselnya. Awalnya, penipu tersebut mengenalkan diri sebagai Camat Baamang, Suryadi. Namun saat ini, Plt Camat Baamang, Paliansyah.
Meskipun begitu, korban tidak sadar. Pada saat itu, penipu mengatakan bahwa ingin pesan pasir ke rumahnya.
--page
"Isi pesan tersebut yakni, (Ass Iwan kawalah meantari pasir uruk ke rumah bpk di arjuna tadi toko haji yang memadahi, H Suryadi Cmt Baamang)," kata Iwan.
Setelah itu, korban membalas dan akan mengantar pasir uruk tersebut ke alamat itu. Setelah itu, penipu kembali mengirim pesan singkat yakni, "Tolong wan lah isikan setumat pulsa nomr bpk nelah penting banar gasan isi paket."
Penipu tersebut meminta pulsa Rp 100 ribu. Saat itu korban langsung mengirimnya. Setelah itu, penipu kembali meminta kepada korban pulsa Rp 150 ribu dan berjanji akan membayar Rp 250 ribu, karena sudah dikirimi pulsa sebelumnya.
Pada saat itu, barulah korban sadar bahwa ia menjadi korban penipuan. Apalagi setelah mengetahui bahwa Camat Baamang adalah Pelaksana Tugas (Plt) Paliansyah, bukan Suryadi yang ada di pesan tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)


