BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan pertemuan via zoom meeting untuk perbaharui atau refresh pengetahuan para dokter puskesmas berkaitan dengan penyakit katarak.
Kabis P2P Dinkes Kabupaten Kapuas, Tri Setyautami, mengatakan pertemuan refresh skrining katarak itu sangat penting dilaksanakan untuk memperbaharui pengetahuan yang sudah didapat oleh para dokter dan memberikan informasi perkembangan terbaru terkait katarak.
"Untuk melakukan tindak lanjut pada seorang penderita katarak banyak hal yang harus dilihat, selain penilaian kondisi katarak itu sendiri juga kondisi penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes melitus yang harus terkontrol," kata dr Tri, Kamis, 15 Oktober 2020.
Lebih lanjut, ia menyebutkan dari hasil skrining yang dilakukan 19 puskesmas pada tahun 2019 terdapat 211 orang penderita katarak, dan tahun 2020 ini masih sedang dilakukan update data oleh seluruh puskesmas.
Sedangkan, lanut dia untuk kegiatan operasi Dinas Kesehatan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Pada tahun 2018 bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (dioperasi 26 orang).
--page
"Tahun 2019 lalu itu rencananya bekerja sama dengan Polres, namun karena ada kendala sehingga tertunda. Dan pada tanggal 25 Oktober 2020, rencananya akan dilakukan operasi terhadap 50 orang pasien," ucapnya.
Kepala Dinkes Kapuas, Apendi menambahkan pihaknya konsen untuk melakukan pencegahan kebutaan akibat katarak dengan Langkah awal yang dilakukan adalah dengan melakukan skrining.
Untuk skrining itu, lanjut dia selain dilakukan di fasilitas kesehatan, diharapkan juga kepada seluruh puskesmas untuk jemput bola melakukan skrining ke rumah penderita melalui kegiatan ‘Ketupat Kuning' berintegrasi dengan PIS PK atau kegiatan puskesmas lainnya.
“Untuk penderita yang sudah terjaring diupayakan penanganan segera dengan pengobatan atau apabila diperlukan akan dilakukan operasi,” ucap Apendi. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)








