BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) harus terus jalan bersama untuk membangun daerah dan menyerap aspirasi masyarakat.
"Harusnya aspirasi masyarakat bisa diserap bersama-sama. Agar pembangunan bisa lebih cepat terealisasi untuk kepentingan masyarakat," ujar Calon Bupati Kotim di Pilkada 2020, Halikinnor, Kamis, 15 Oktober 2020.
Dia mengatakan, selama ini anggota legislatif sering melakukan penyerapan aspirasi ke desa-desa atau kecamatan dilakukan secara mandiri.
Dan beda jika nantinya saat turun ke lapangan antara anggota legislatif dan pemerintah turun bersama, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Sehingga program prioritas yang diinginkan bisa disepakati langsung di lapangan.
"Kalau hal tersebut dilakukan, maka pembangunan akan bisa dengan cepat terealisasi. Dan tidak ada lagi perbedaan kehendak antara legislatif dan pemerintah," kata Halikinnor.
--page
Hal tersebutlah yang ingin diwujudkannya jika terpilih menjadi Bupati Kotim pada Pilkada 2020. Sehingga, tidak ada lagi kesulitan mengadakan musrenbang atau hal lainnya.
"Ini adalah upaya, agar anggota dewan dan pemerintah tidak dianggap berbohong oleh masyarakat," kata Halikinnor yang berpasangan dengan Irawati.
Dia juga berupaya agar legislatif dan eksekutif terus berjalan bersama dan tidak ada lagi nantinya kesalahpahaman, dalam upaya untuk membangun daerah..
Halikinnor dan Irawati sendiri pada Pilkada Kotim mendapatkan nomor urut 1. Dirinnya menyakini bahwa angka tersebut memberikan keberkahan baginya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








