PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Sosial Kalteng menggelar sosialisasi memperkuat restorasi sosial melalui Potensi dan Sumber Kesjeahteraan Sosial (PSKS). Kegiatan itu berlangsung di Aula UPT Panti Sosial Bina Remaja (PSBR), Jalan Rajawali, Kota Palangka Raya, Kamis, 15 Oktober 2020.

“Kegiatan ini untuk memperkuat nilai kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial. Kemudian memberikan pencerahan supaya nilai-nilai itu tidak luntur,” kata Budi Santoso mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinsos Kalteng, dr Rian Tangkudung.

Budi menuturkan, belakangan ini, banyak kejadian yang bertentangan dengan nilai budaya. Misalnya, tawuran antar-remaja, perkelahian antar-kampung, perdebatan yang berujung pada jatuhnya korban, kenakalan remaja yang mengarah kriminalitas serta tindakan lainnya.

“Oleh sebab itu, diperlukan suatu upaya atau kegiatan untuk meminimalisir dampak era globalisasi yaitu melalui kegiatan ini (memperkuat restorasi sosial),” ungkapnya.

Budi melanjutkan, kegiatan tersebut merupakan sarana dalam mentransformasi nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan dan restorasi sosial kepada generasi muda melalui potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS).

--page

Dalam hal ini, lanjut dia, PSKS meliputi guru SD/MI. guru SMP/MTs, pengasuh lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) pekerja sosial panti pemerintah, pekerja sosial dinas sosial provinsi dan pejabat dinas sosial Kota Palangka Raya.

“Kemudian, karang taruna (KT), pekerja sosial masyarakat (PSM), tenaga kesejahteraan sosial kecematan (TKSK) tokoh agam dan tokoh masyarakat yang setiap saat berhubungan langsung dengan generasi muda penerus perjuangan bangsa,” jelasnya.

“Melalui kesempatan ini saya mengimbau mari kita bergandengan tangan mewujudkan tujuan Negara Indonesia yang ktia impikan bersama dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan dan restorasi sosial,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-7)