PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sumber daya manusia atau SDM para penyuluh sosial lapangan di Kalteng diperkuat. Setidaknya, mereka mendapatkan pencerahan mengenai program pelayanan sosial yang nantinya dapat disampaikan ke masyarakat.

"Ada 60 peserta berasal dari kabupaten dan kota se Kalteng. Jadi masing-masing mengirimkan koordinator pekerja sosial masyarakat (PSM), pendamping PKH (program keluarga harapan), tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dan koordinator taruna siaga bencana (Tagana)," kata Sekretaris Dinsos Kalteng Budi Santoso, Jumat, 16 Oktober 2020. 

Budi menyampaikan hal itu seusai memberikan materi terhadap para peserta dalam kegiatan pemantapan SDM penyuluh sosial Kalteng di Palangka Raya. 

Dia menuturkan, kegiatan itu untuk memberikan pencerahan bahwa Pemprov Kalteng melalui Dinsos mempunyai berbagai program layanan sosial. Ada bantuan sosial baik untuk fakir miskin, bansos khusus lansia dan lainnya. Termasuk bantuan dari pemerintah pusat. 

"Yang jelas, membuka wawasan bahwa kita punya layanan sosial yang bisa diakses untuk masyarakat. Siapa tahu di daerah pelosok ada yang belum mengetahui programnya, sehingga kita harapkan melalui mereka (para penyuluh sosial) bisa menyampaikan ke masyarakat," bebernya.

--page

Lantas, bagaimana jika ada masyarakat yang baru mengetahui dan ingin mendapatkan layanan sosial itu? 

Budi menjelaskan, masyarakat dapat berkoordinasi atau mendatangi ke dinas sosial di daerah masing-masing. "Nanti akan dikasih rujukan ke provinsi. Misalnya, terkait layanan sosial panti jompo, panti sosial Tresna Werdha, panti sosial bina remaja, panti sosial karya wanita dan trauma center," tutur Budi Santoso. 

Kegiatan ini sebelumnya dibuka oleh Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Dinsos Kalteng, dr Rian Tangkudung pada Kamis, 15 Oktober 2020. Pada kesempatan itu, peserta juga mendapat pengarahan dari Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya melalui Asisten II Nurul Edy. (BUDI YULIANTO/B-7)