SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya melanda pemukiman warga saja. Namun juga fasilitas pendidikan. Bahkan, di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Amin Sampit juga dilanda banjir.

Air yang menggenang ponpes tersebut bukan hanya di lapangan dan jalan saja. Namun seluruh bagian sudut lingkungan. Bahkan kantor dan sejumlah asrama para santri sudah mulai dimasuki air.

"Banjir terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Dan air terus naik hingga air sudah masuk ke asrama dan kantor," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amin Sampit Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Banjir tersebut terjadi karena letak pondok pesantren tersebut berada persis di samping sungai kecil, yang mengalirkan air dari dalam kota atau permukiman warga. Sehingga saat sungai tidak dapat menampung, membuat air meluap.

"Banjir ini sangat jarang terjadi, apalagi sampai masuk ke dalam kantor dan asrama. Mungkin ini terjadi karena intensitas hujan sangat lebat dan waktunya juga sejak kemaren," kata Ustadz Rayyan.

--page

Karena dilanda banjir tersebut, ratusan santri terpaksa diliburkan. Karena pihaknya menjaga agar santri tidak bermain air dan hal lainnya.

Selain santri diliburkan, tambak ikan di kolam yang berada di asrama putri juga terdampak banjir. Sehingga, bibit ikan yang ditabur bisa keluar dari kolam tersebut.

"Mudah-mudahan hujan bisa segera reda dan banjir ini bisa segera turun. Sehingga santri bisa kenbali belajar seperti biasanya," harap Ustadz Rayyan.(MUHAMMAD HAMIM/B-5)