TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Pemerintah Swiss telah memasukkan Indonesia sebagai daftar negara prioritas kerja sama pembangunan periode 2021-2024. Kabar itu disampaikan dalam lawatan Retno bersama Menteri BUMN Erick Thohir ke Swiss baru-baru ini.
“Indonesia menyampaikan apresiasi atas kebijakan Pemerintah Swiss,” ujar Retno dalam konferensi virtual, Jumat, 16 Oktober 2020.
Retno mengatakan, selama ini Swiss adalah mitra penting bagi Indonesia di bidang investasi. Swiss, kata dia, menduduki peringkat keempat sebagai investor asing terbesar dari Eropa di Tanah Air.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, investasi Swiss di Indonesia secara kumulatif dari 2015-2019 mencapai US$ 1,42 miliar yang tersebar ke 1.097 proyek. Di sisi lain, perdagangan kedua negara pun menunjukkan tren positif.
Retno mengatakan, pada masa pandemi, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 2,1 miliar hingga Juli 2020. Angka ini bahkan melewati nilai perdagangan 2019 yang sebesar US$ 900 juta.
--page
Untuk memperkuat kerja sama kedua negara, Retno menjelaskan, Indonesia pun mengusulkan lima hal. Pertama, Indonesia menyarankan isu kesehatan dimasukkan sebagai salah satu poin kerja sama kedua negara. Kerja sama kesehatan ini bisa berupa penguatan perjanjian antar-institusi, telemedicine, pengembangan riset, hingga inovasi.
Kedua, Indonesia mengharapkan agar ratifikasi Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IE CEPA dari pihak Swiss dapat segera direalisasikan. Ketiga, Indonesia meminta negosiasi perjanjian investasi bilateral dapat diselesaikan paling lambat awal 2021.
“Keempat, Indonesia mengusulkan kiranya kerja sama pendidikan vokasi dan revitalisasi BLK (balai latihan kerja) dapat menjadi salah satu bagian implementasi dari MOU on Labour and Employment,” ucapnya.
Kemudian terakhir, Indonesia mengharapkan ratifikasi Perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) dapat segera diselesaikan oleh Swiss. “Bagi pengusaha Swiss, Indonesia tetap merupakan negara yang atraktif dan menjadi tujuan bisnis mereka di Asia,” ucap Retno.
--page
Dalam lawatannya, Retno dan Erick bertemu dengan Wakil Presiden Swiss dan petinggi bisnis di negara tersebut. Retno dan Erick juga mengadakan pertemuan dengan Dirjen WHO dan CEO Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) dan perwakilan Unicef. Dalam pertemuan bilateral, hadir pula beberapa perwakilan sektor swasta, seperti Stadler Rail, Roche, dan Merck Sharp & Dohme.
TERAS.ID








