SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir kembali melanda sejumlah kecamatan di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Akibatnya, sejumlah warga harus mengungsi, bahkan ada yang dievakuasi. 

Banjir terjadi di Kecamatan Cempaga Hulu, Mentaya Hulu, dan Kota Besi. Adapun warga yang harus dievakuasi yakni di Desa Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu. 

"Evakuasi itu kami lakukan sebagi upaya penyelamatan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, M Yusuf, Senin, 19 Oktober 2020. 

Banjir terjadi sudah sejak 2 hari terakhir ini. Ketinggian air sendiri bervariasi, rata-rata hingga pinggang orang dewasa. Hal itu membuat sejumlah rumah warga terendam hingga air naik di atas lantai rumah.

"Kalau yang dievakuasi tidak semuanya, karena sudah banyak yang mengungsi ke rumah keluarga," kata Yusuf.

Meskipun begitu, sebagian warga masih ada yang berdiam di rumahnya, karena air belum masuk ke dalam rumah. Namun, mereka diimbau agar selalu berhati-hati, sebab dikhawatirkan banjir semakin meningkat. 

"Sudah kami berikan imbauan, agar mereka selalu waspada guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)