BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Pardamean Gultom berharap, jalan dari Kecamatan Cempaga sampai ke Mentaya Seberang bisa membuka ketertinggalan daerah itu dan sekitarnya.
"Terlebih lagi itu untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar dengan adanya jalan tersebut," tegasnya, Selasa, 20 Oktober 2020.
Menurutnya, pemerintah sudah menganggarkan lebih dari Rp100 miliar untuk pembangunan jalan dari Cempaka Timur menuju Kampung Melayu, Kecamatan Pulau Hanaut itu.
Meski masih belum sampai kepada pengaspalan, jalan yang dibangun itu sudah nyaman dan aman dilalui masyarakat.
"Harapan kami jalan itu sebagai tonggak awal untuk membuka ketertinggalan di sana, selama ini karena tidak ada jembatan maka solusinya memang harus dibuatkan jalan itu supaya areal-areal yang ada di kawasan seberang bisa dilalui," ucap Gultom.
--page
Politisi Partai Nasdem ini mengakui ketertinggalan di daerah seberang memang sangat sulit di atasi selama akses jalan ataupun jembatan tidak dibangun.
Akibat dari keterbatasan keuangan pemerintah kabupaten, maka memilih pembangunan jalan dari Cempaga-Pulau Hanaut.
Dana untuk proyek itu tidak sedikit, karena dianggarkan sekitar Rp 256 miliar dilaksanakan secara multiyers. Jalan itu juga jika fungsional akan membuka akses bagi kabupaten Katingan yang berada di kawasan pesisir. Khususnya di Kecamatan Katingan Kuala.
Gultom menyebutkan, dengan adanya akses ini, setidaknya proyek pemerintah kabupaten bisa diperjuangkan. Pihak rekanan diyakini bisa menekan biaya operasional karena sudah ada akses jalan menuju Kecamatan di Mentaya Seberang, Pulau Hanaut .
Kedepannya, kata Gultom akan lebih baik lagi jika ada program pembangunan jembatan Mentaya. Dengan begitu, akan berdampak baik untuk urusan ekonomi dan kemajuan di daerah yang selama ini terisolasi tersebut. (NACO/B-7)








