BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya mengatakan bahwa potensi air tawar di Kalimantan tengah cukup besar yakni 2.290.000 haktare terdiri dari sungai, danau dan rawa yang memiliki sekitar 270 spesies ikan air tawar.
Produksi perikanan perairan umum mencapai 46.000 ton serta perikanan budidaya mencapai 7.000 ton, potensi tersebut merupakan nilai yang bagus untuk dapat ditingkatkan di masa mendatang.
"Nilai ini dibandingkan dengan potensi luas perairan daratan seperti sungai, rawa, danau tentunya masih dapat ditingkatkan berkali-kali lipat," katanya Rabu 21 Oktober 2020.
Plt Gubernur juga menerangkan bahwa potensi laut Kalteng dengan panjang garis pantai kurang lebih 750 km yang merangkai 7 kabupaten di Kalteng juga memiliki tantangan di antaranya akses beberapa kabupaten terhadap pantai serta banyaknya aktivitas tambang masyarakat dan perusahaan besar baik tambang maupun sawit yang dapat mempengaruhi kualitas ikan di masa mendatang.
"Untuk itu kami minta KKP khususnya BKIPM untuk menjaga dan mengawal kualitas mutu dan keamanan hasil perikanan di Kalteng," tegasnya.
--page
Kemudian terkait pelaksanaan reformasi birokrasi, salah satu upaya pemerintah provinsi Kalteng dengan menerbitkan Pergub Nomor 1 tahun 2017 tentang penyelenggaraan terpadu satu pintu atau PTSP.
"Hal ini untuk memudahkan investor, nelayan dan pelaku usaha perikanan dalam hal perizinan kelautan dan perikanan," tutupnya. (NOPRI/B-5)








