BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Desa Sungai Bakau terus mengembangkan wisata hutan mangrove. Selain berpotensi menjadi destinasi wisata, hutan mangrove atau bakau juga pencegah abrasi pantai.
Kepala Desa (Kades) Sungai Bakau, Adenansyah, Kamis, 22 Oktober 2020 mengatakan, pihaknya melengkapi sarana dan prasarana pendukung dalam pengembangan wisata ini.
"Seperti membangun jalan titian ulin di tengah area hutan mangrove. Nantinya kami juga akan membangun dua unit gazebo di tengah hutan mangrove menggunakan anggaran desa," jelas Adenansyah
Dia mengharapkan, hutan mangrove di desanya bisa jadi destinasi wisata yang bisa dikelola bumdes ataupun pokdarwis.
"Ditargetkan paling lambat akhir 2020, tempat wisata hutan mangrove tersebut sudah dibuka untuk umum. Nantinya juga akan dibangun jembatan gantung dan sarana hiburan yang ramah lingkungan," jelas dia.
Kendati demikian, jumlah tarif masuk destinasi wisata baru tersebut masih belum ditentukan.
"Untuk besaran tarif masuk tentunya akan didiskusikan dulu melalui musyawarah bersama masyarakat. Kami berharap destinasi wisata berbasis alam ini bisa menjadi salah satu pilihan wisata," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/B-11)








