PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP-KS memberi dukungan pendanaan Biodiesel di Indonesia sebagai bagian dari kinerja program. Karena seperti diketahui, peran Biodiesel di Indonesia begitu besar.

Hal ini dikatakan Direktur Penghimpunan Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP-KS, Dr Sunari, yang diwakili oleh Plt Kepala Divisi Pemungutan Biaya dan CPO pada BPDP-KS, Fajril Amirul dalam Kegiatan Fellowship Journalist Batch II yang dilaksanakan secara virtual atas kerjasama Jurnalisme Profesional Untuk Bangsa atau JProf dan BPDP-KS di bawah Kementerian Keuangan pada Rabu-Kamis, 21-22 Oktober 2020.

"Penggunaan biodiesel mengendalikan harga pada tingkat yang lebih stabil. Disamping itu, program tersebut juga memberikan kontribusi pada devisa negara dan peningkatan kualitas lingkungan hidup," kata Fajril dalam kegiatan tersebut.

Data yang diberikan Fajril dalam paparannya menyebutkan bahwa dari Agustus 2015 hingga September 2020, pengurangan Greenhouse Gas Emissions atau GHG mencapai 26,28 Juta Ton CO2e.

"Sementara penggunaan Biodiesel berbahan sawit di Indonesia meningkat pada rentang waktu itu mencapai 21,77 Juta KL," bebernya.

--page

Kontribusi penerimaan pajak atau PPN juga meningkat sebesar Rp 4,72 Triliun dalam rentang waktu tersebut.

"Penghematan denisa melalui pengurangan impor minyak bumi sebesar 6,39 Billion USD dari Agustus 2015 sampai September 2020 itu," jelasnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-5)