BORNEONEWS, Aceh Besar - Sejumlah lembaga kemanusian yang terdiri dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, Masjid Oman Al-Makmur dan lembaga wakaf civitas akademika Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Syiah Kuala Warisan Amal Darussalam Aceh (WADA), bersama perbankan meluncurkan gerakan Infak Sedekah dan Wakaf (INSAF).
Head ACT of Sumatera Area Husaini Ismail di Aceh Besar, Sabtu mengatakan INSAF didirikan untuk memudahkan ummat Islam beramal jariah dengan bersedekah, infaq dan wakaf dalam jumlah yang terjangkau secara rutin Rp 1.000
“Anda hanya perlu datang ke bank mitra terdekat untuk membuka rekening dan membuat surat kuasa pendebetan. Dengan sendirinya bank akan mendebet sejumlah dana anda dengan frekwensi waktu yang diinginkan,” katanya di sela-sela peluncuran Insaf di Kebun Kurma Barbatee, Blang Bintang, Aceh Besar.
Ia menjelaskan dana yang terkumpul akan dikelola oleh Lembaga INSAF untuk diproduktifkan, di mana untuk tahap pertama menjadi program di sektor pertanian 40 persen berupa 1.000 ekor sapi, 1.000 ekor domba, dan 15 hektar perkebunan.
Kemudian di sektor properti dan perdagangan 40 persen meliputi apartemen atau hotel syariah, rumah pelatihan tahfiz, dan halal mart dan terakhir, sektor sosial persen mencakup beasiswa dan bantuan bencana sosial dan bencana alam.
--page
Menurut dia untuk tahap pertama program INSAF membutuhkan dana Rp20 miliar.
Ia menambahkan, dana yang dialokasikan untuk bidang produktif akan menjadi aset wakaf, sehingga berlaku hukum wakaf atasnya.
Sementara pendapatan dari hasil pengembangan dana tersebut akan digunakan membantu kepentingan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bagi fakir miskin.
Peluncuran tersebut turut dihadiri Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Ketua BKM Masjid Oman Ustaz M Jamil Ibrahim, Ketua WADA Mahdi Muhammad, Bank Aceh Syariah, BRI Syariah, Bank BRI, Bank Mandiri, CIMB Niaga Syariah, Permata Syariah, dan Bank BNI.
Mahdi Muhammad selaku ketua panita sekaligus mewakili WADA mengatakan pengelolaan dana umat untuk membantu masyarakat dengan perencanaan pembangunan, salah satunya di sektor pertaniain karena dominan masyarakat Aceh hidup dari sektor pertanian.
ANTARA








