BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini penyebab kebakaran Pasar Sejumput di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum diketahui. Karena kepolisian masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) cabang Surabaya.
"Kami masih menunggu hasil Puslabfor Surabaya, nanti akan kami sampaikan kalau sudah keluar hasilnya," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kasat Reskrim AKP Zaldy Kurniawan, Selasa, 27 Oktober 2020.
Hasil olah TKP tersebut diperkirakan akan keluar sekitar 2 pekan setalah pengambilan sample di lokasi kebakaran tersebut. Sehingga, pihaknya hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut, baru bisa memberikan keterangan terkait penyebab kebakaran tersebut.
Sementara, sebelumnya sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi kebakaran. Diantaranya, meteran listrik, dan kabel-kabel sisa kebakaran di kios pasar dan juga rumah warga yang ikut terbakar, serta arang sisa bekas kebakaran.
"Ada beberapa barang bukti yang diamankan oleh tim Puslabfor. Dan itu yang masih diteliti pihaknya," kata Zaldy.
--page
Kebakaran Pasar Sejumput terjadi pada Senin, 19 Oktober 2020 lalu. Ada 9 rumah, 17 kios, dan barak 5 pintu yang terbakar, dalam kejadian tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








