BORNEONEWS, Palangka Raya - Revitalisasi lahan terbengkai jadi produktif dukungan Badan Restorasi Gambut atau BRG di Desa Talio Hulu, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau mencapai 121 hektare. Lahan tersebut milik 73 petani yang tergabung dalam 4 kelompok tani.
"Lahan ini awalnya gambut tipis terbengkelai atau tidak terawat dengan baik tapi memiliki fungsi budidaya. Jadi kita coba untuk merevitalisasi supaya bermanfaat," kata Kepala BRG, Nazir Foead saat penanaman padi, Senin, 26 Oktober 2020.
Dia menuturkan, dukungan itu sesuai perintah Presiden Joko Widodo dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Selain bisa bermanfaat untuk masyarakat, pemanfaatan lahan tersebut juga dapat meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.
Sebelumnya, BRG meminta pihak Universitas Gadjah Mada atau UGM untuk melakukan kajian terhadap lahan tersebut. Mereka juga dibantu Universitas Palangka Raya, Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR. Setelah dilakukan kajian selama kurang lebih satu bulan, barulah dilakukan penanaman.
Total anggaran atas dukungan itu mencapai Rp 13,6 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN yang digunakan mulai pembukaan lahan hingga proses panen.
--page
"Jadi kita hanya membantu petani saja. Hasilnya untuk mereka. Mudah-mudahan, akhir Januari atau Februari bisa panen sehingga petani bisa lebih semangat lagi," tuturnya.
Nazir Foead meyakini pertanian tersebut akan berkelanjutan. Apalagi jika dukungan itu dikerjakan secara bersama, baik dari sisi tata kelola, manajemen pemupukan terlebih hasil panen optimal.
Untuk diketahui, tanam padi itu dilakukan bersama Staf Ahli Gubernur Kalteng, Herson B Aden mewakili Plt Gubernur, Habib Ismail Bin Yahya, anggota DPR RI Komisi IV Dapil Kalteng, Bambang Purwanto dan lain-lain.
"Jadi BRG ini memang menjaga gambut supaya jangan sampai terbakar ketika di musim kemarau. Kemudian, melihat ada lahan tidur nggak dikelola dan kalau nggak ditangani berpotensi kebakaran, sehingga dikelola BRG bersama masyarakat. Dengan demikian, masyarakat aktif dalam menjaga gambut," bebernya.
Upaya dalam merevitalisasi lahan tersebut mendapat dukungan dari Pemprov Kalteng. Selain bisa bermanfaat untuk masyarakat, mendukung ketahanan pangan juga dapat mencegah kebakaran.
--page
"Kalau sudah dimanfaatkan seperti ini, maka dengan sendirinya masyarakat akan menjaga," katanya.
"Pemprov Kalteng sangat mendukung dan berharap bisa jadi program berkelanjutan termasuk untuk daerah lainnya," tuturnya. (BUDI YULIANTO)








