SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pembangunan dan perekonomian di wilayah seberang Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang meliputi Kecamatan Seranau, dan Pulau Hanaut serta sebagian kecamatan Cempaga masih tertinggal.

Walaupun daerah tersebut sangat berdekatan dengan wilayah perkotaan. Namun, batasan Sungai Mentaya, jadi penghambat peningkatan pembangunan di daerah tersebut. 

Saat ini, Pemerintah Kotim sudah membuka akses jalan darat di wilayah seberang tersebut. Dengan membangun jembatan di Kecamatan Cempaga, dan pembukaan jalan yang baru sampai di wilayah Kecamatan Seranau. 

Hal itu menjadi perhatian Halikinnor, yang saat ini mencalonkan diri sebagai calon Bupati Kotim bersama Irawati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ini. 

Ia akan berupaya untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut. Dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian warga. Dan pembangunan untuk di pedesaan dan kecamatan yang ada di daerah tersebut bisa lebih cepat. 

--page

"Ini bukan janji, namun upaya saya jika terpilih nantinya untuk melanjutkan program pemerintah saat ini, yakni pembangunan jalan di wilayah seberang," kata Halikinnor saat berkunjung ke Seberang. 

Jika hal itu terwujud, maka masyarakat akan terbantukan. Terutama mengangkut hasil tani dan juga kebun mereka untuk dijual. Apalagi, banyak masyarakat di daerah tersebut yang kegiatan sehari-harinya berkebun rotan, dan karet. 

"Kalau jalan darat sudah tembus, maka pengepul rotan dan karet bisa langsung datang ke tempat. Sehingga hal itu akan mengurangi biaya angkut para petani," terang Halikinnor. 

Selain hal tersebut, masih banyak dampak positif yang bisa diambil jika jalan darat tembus di daerah tersebut. Apalagi, di wilayah seberang juga ada destinasi wisata pantai yang berada di Desa Satiruk. 

"Kalau jalan sudah bagus, maka pantai tersebut bisa menjadi tujuan utama wisatawan. Karena kondisinya masih alami dan lebih menakjubkan hingga patut dikunjungi,“ jelas Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)