MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Salah satu pemukiman di Kota Muara Teweh yakni di Jalan Flores, Gg MT, Kelurahan Melayu, Kabupaten Barito Utara digegerkan dengan adanya seekor ular yang berukuran cukup besar berada di sekitar permukiman.

Ular itu diketahui berjenis Puraca atau Python Breitensteini atau biasa disebut warga Kabupaten Barito Utara yakni ular Dupung. Ular ini pertama kali dilihat oleh seorang warga Adiansyah saat akan memakan seekor ayam peliharaannya.

Namun belum sempat memakan ayam, ular ini terlihat oleh Ardianyah yang lalu mengambil sebuah kayu yang langsung dipukulkan ke ular Dupung atau Puraca tersebut.

"Ular itu sudah melilit anak ayam saya, lalu saya pukul menggunakan kayu sehingga ular tersebut tidak jadi memakan ayam yang ada," ucapnya, Kamis 29 Oktober 2020.

Kini ular ini telah berhasil dilumpuhkan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ular Dupung ini dimasukan ke dalam karung.

--page

Kemungkinan banyaknya ular ini karena saat ini musim hujan. Jadi sarang ular tergenang air dan mencari tempat yang baru, sehingga pemukiman warga yang menjadi lokasi barunya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, Anjang bahwa daerah ini memang sering ditemukan ular. Bulan ini saja ada sekitar 5 ekor ular yang berhasil ditangkap. "4 ekor jenis ular dupung dan 1 ekor ular cobra," ucap Anjang warga Gang MT lainnya.

Warga berharap pihak instansi terkait bisa turun menangkap ular-ular yang ada di daerahnya. Sebab di lingkungan Jalan Flores, Gang MT ini banyak anak-anak dan khawatirnya ada anak yang terpatuk oleh ular.

Ular Puraca adalah sejenis ular tak berbisa sebangsa sanca (suku Pythonidae) yang hidup endemik di Pulau Kalimantan. Nama-nama lainnya di antaranya, ular sanca pendek, ular sanca gendang, atau ular gendang saja.

Orang Dayak dan beberapa suku lain yang berkerabat menyebutnya sebagai ular ripung, ripong, lipung, lepung, lepong, depung dan panggilan-panggilan yang serupa.

--page

Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan sebutan Bornean short python, Borneo short-tailed python, atau Borneo python. (RAMADHANI/B-6)