PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Momen pemilihan kepala daerah seharusnya berlangsung aman, damai dan saling memaparkan program  demi kemajuan pembangunan daerah terkadang dinodai oleh ulah segelintir orang yang malah melakukan black campagne atau kampanye hitam yang berusaha menuduh lawan politiknya dengan hujatan dan tuduhan yang tendensius.

Untuk itu pengusaha nasional asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) H. Abdul Rasyid AS, Jumat, 30 Oktober 2020 mengatakan, hal tersebut seharusnya dihindari karena berpotensi membuat hubungan antar personal menjadi renggang.

"Karena momen pilkada hanya terjadi 5 tahun sekali. Namun hubungan baik antar personal, terutama rekan, saudara dan handai taulan seharusnya berlangsung seumur hidup," jelas H.  Abdul Rasyid AS saat ngobrol santai sambil sarapan pagi dengan tokoh masyarakat di Kelurahan Baru.

Owner CBI Group tersebut mengatakan ia percaya saat ini masyarakat sudah cerdas dalam hal memilih pemimpin yang bisa mengayomi dan membangun Kalteng secara luas.

"Seperti kerja nyata yang dilakukan oleh Sugianto  Sabran dalam 5 tahun kepemimpinannya. Contohnya pembangunan infrastruktur seperri Jalan Ahmad Saleh atau Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama, bisa terealisasikan selama kepemimpinannya. Tentunya masyarakat sudah bisa menikmati akses jalan tersebut setelah bertahun-tahun belum rampung dengan bermacam alasan," jelas H. Abdul Rasyid AS.

--page

Selain itu, lanjut H. Abdul Rasyid AS, agar pembangunan di Kalteng yang sudah berjalan ini bisa berlanjut menjadi semakin baik, ia mengajak semua pihak untuk bersama memenangkan pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sugianto Sabran - Edy Pratowo.

"Sayang bila program pembangunan yang sudah dicapai Sugianto Sabran selama 5 tahun  memimpin Kalteng, terhenti begitu saja dan diisi oleh orang baru. Artinya pencapaian program pembangunan yang seharusnya sudah bisa disempurnakan dalam masa jabatan selanjutnya,  akan kembali dari nol lagi," jelas H. Abdul Rasyid AS. (WAHYU KRIDA/B-5)