BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengungkapkan, melalui program ketahanan pangan nasional Food Estate pihaknya akan membangun kemandirian ekonomi masyarakat Kalteng.
Hal tersebut diungkapkan Edy Pratowo saat bertemu dengan para tokoh masyarakat didampingi H. Ruslam AS, H Abdul Rasyid AS, di Kampung Baru, Kecamatan Arut Selatan, Jumat, 30 Oktober 2020.
"Ekonomi dan infrastruktur ini menjadi perhatian kami pasangan Sugianto - Edy Pratowo. Jadi ditengah pandemi Covid-19 saat ini, rakyat Kalteng harus bangkit dengan kemandirian ekonomi," ujarnya kepada awak media.
Lanjutnya, sehingga program - program yang ada ini supaya dilanjutkan, tidak perlu lagi merubah dari nol. Sebab tidak ada waktu lagi merubah yang ada, sebab ada ancaman resesi karena dampak pandemi Covid-19.
"Kita belum tahu kapan pandemi Covid-19 ini berakhir, jika pandemi ini sampai berlarut - larut dan kita tidak kuat di ekonomi, maka ekonomi kita akan terseok - seok. Sehingga program nasional ketahanan pangan inilah yang kita terus dukung dan kita kembangkan," tuturnya.
--page
Program ketahanan pangan nasional yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo di Kalimantan Tengah, diberi nama dan dikemas dalam Food Estate, ini terintregasi antara hulu dan hilir. Antara petani yang melakukan penanaman dengan industri yang mengolahnya.
"Jadi suatu saat nanti, diharapkan Kalimantan Tengah mengeluarkan produk ber merek yang nanti bisa dipasarkan ke luar daerah," ungkapnya.
Misalnya, kata Edy Pratowo, Kabupaten Pulang Pisau, produknya padi, selanjutnya Gunung Mas produknya singkong, Muara Teweh produknya jagung dan untuk wilayah Barat misalnya peternakan dan perikanan.
"Jadi bukan hanya tanaman-tanaman saja tetapi holtikultura, peternakan dan perikanan itulah yang diharapkan pemerintah pusat melalui Bumi Kalimantan Tengah ini, yang diprogram melalui Food Estate," pungkasnya. (DANANG/B-5)








