PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Generasi muda sebagai generasi penerus pembangunan diharapkan harus punya karakter yang kuat dan punya komitmen untuk mengembangkan diri agar punya kemampuan dan keterampilan untuk menghadapi ketatnya persaingan di masa yang akan datang.

Khususnya generasi yang ada di Kabupaten Mura yang harus sap menerima tantangan di masa depan dengan terus menyiapkan diri dan membekali diri dengan keterampilan dan kemampuan yang memadai.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (Disdalduk P2AKB) Kabupaten Mura, Dra. Lynda Krsitane Perdie saat menyampaikan materi kegiatan seminar remaja dan Lomba Fashion Show dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Kegiatan yang diikuti puluhan remaja yang digelar di Aula Gedung B Kantor Bupati, Senin, 2 November 2020, juga di hadiri Ketua Bhayangkari Polres Mura dan sejumlah tamu undangan mengusung tema Berencana Itu Keren.

“Saya akan terus memberikan motiasi dan dorongan kepada generasi Mura untuk mampu tampil dan percaya diri, bisa mengembangkan diri sehingga meraih keberhasilan di masa depan dan hidup sejahtera,” katanya.

--page

Saat ini dirinya mengatakan banyak kegiatan negative yang menyerang generasi muda, mulai dari pergaulan bebas, seks bebas, mabuk mabukan hingga narkotika.

Sehingga perlu peran semua pihak untuk bisa membentengi para remaja ini dari pengaruh negative tersebut dengan melakukan pengawasan, pembinaan, motivasi dan melaksanakan kegiatan sebbagai wadah untuk mengembangkan diri para remaja.

Istri orang nomor satu di Mura ini juga menyampakan dihadapan puluhan peserta seminar bahkan kunci kesuksesan berawal dari mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Dengan menjahu kegiatan yang bersifat merugikan diri baik secara sosial maupun kesehatan.

Saat itu, dirinya juga menyoroti masalah masih maraknya pernikahan diri di masyarakat yang punya banyak dampak negative terhadap masa depan para generasi saat ini. Karena sebenarnya anak usia remaja belum siap untuk berumah tangga dan secara kesehatan juga sangat berbahaya.

 “Usia pernikahan ideal itu antara usia 21 sampai 25 tahun, itu harus ditaati, dan jangan menikah dibaah usia tersebut, mari kita semua berkomitmen untuk mengatasi probblema pernikahan dini di masyarakat saat ini agar kedepan generasi muda Mura mampu berhasil dan sukses dengan karakter dan kemampuan diri yang baik,” tuturnya. (TRISNO/B-5)