BORNEONEWS, Palangka Raya - Tujuh bulan lamanya peserta didik di Kota Palangka Raya harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau melalui daring (online) dari rumah.
Terkait akan hal itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin kembali menegaskan, bahwa pihaknya hingga kini belum memutuskan pembelajaran secara tatap muka.
Dia mengatakan, messkipun kabar baiknya Palangka Raya sudah masuk zona kategori sedang, namun bukan berarti orang yang terinfeksi covid -19 sudah mereda. Tetap masih didapat kasus positif korona walau tidak signifikan.
Fairid menuturkan, jika mengacu ketentuan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), maka setiap daerah diberikan kewenangan untuk mengambil kebijakan bisa tidaknya pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan tatap muka.
“Nah, walaupun pemerintah daerah memiliki kewenangan akan itu, namun lagi-lagi semuanya dilakukan penuh pertimbangan. Banyak sisi yang mesti dikaji, deperti melihat tingkat sebaran covid-19, termasuk status zona terkini dari kawasan sekolah,”ungkapnya, Senin 2 November 2020.
--page
Meski peserta didik masih belum diperkenankan melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, namun efektivitas pembelajaran jarak jauh atau melalui daring itu masih bisa maksimal dilakukan.
“Walaupun pelaksanaan PJJ banyak kendala dan kekurangan. Namun itulah kebijakan pembelajaran yang bisa diambil, sehingga anak didik lebih aman dan selamat tidak ikut terpapar covid-19,” tandasnya. (HENDRI/B-5)








