SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Keberadaan buaya di Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian Halikinnor. Apalagi, buaya itu terkadang masih saja menyerang warga. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah masyarakat menjadi korban serangan hewan dilindungi tersebut. 

Sebagai bentuk perhatiannya, Halikinnor yang merupakan calon Bupati Kotim pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 ini berencana membuat wisata buaya di Pulau Hanaut. Pulau tersebut terletak di tengah-tengah Sungai Mentaya, antara Kecamatan Pulau Hanaut dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. 

Upaya itu dilakukan sebagai langkah agar buaya tidak menyerang warga. Sebab, dalam rencananya, tempat wisata dibuat dengan memberikan bangkai ayam untuk hewan buas tersebut.

"Jadi nanti wisatawan yang datang bisa memberikan makan untuk buaya tersebut, dengan cara semacam pancing. Sehingga kalau buaya itu kenyang, dan makanannya tersedia, maka tidak akan menyerang manusia lagi," kata Halikinnor. 

Dirinya yakin hal tersebut bisa terwujud. Keyakinannya itu tidak lepas dari keberadaan Pulau Hanaut yang dikenal sebagai habitatnya buaya. Sehingga, dengan upaya maksimal, wisata itu dapat diwujudkan jika dirinya terpilih menjadi Bupati Kotim. 

--page

"Wisata tersebut bukan hanya akan terkenal secara nasional saja, namun juga internasional nantinya," yakin Halikinnor. 

Dia juga berkeyakinan bahwa dampak yang dihasilkan untuk masyarakat nantinya sangat besar. Terutama terkait perekonomian yang tentunya dapat membuka lapangan pekerjaan UMKM daerah ini.

"Semakin banyak wisatawan datang ke Kotim, maka semakin baik pula perekonomian masyarakat," kata Halikinnor. 

Rencana tersebut diungkapkannya saat melakukan sosialisasi di wilayah Selatan Kotim. Yakni di Kecamatan Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan dan juga Kecamatan Teluk Sampit. 

Di 2 kecamatan tersebut, selain memberikan sosialisasi, Halikinnor juga menyerap aspirasi masyarakat. Baik terkait infrastruktur maupun perekonomian warga. 

"Saya bersama tim sudah mendapatkan usulan warga. Paling banyak adalah bidang pertanian, infrastrukturnya jalan dan jembatan, serta beberapa hal lainnya," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)