BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Palangka Raya, Ngismatul Choiriyah menyarankan kepada para pemilih untuk membawa pulpen sendiri ketika datang ke tempat pemungutan suara atau TPS pada Pilkada Kalteng 9 Desember mendatang.
"Jadi diminta untuk membawa pulpen sendiri yang fungsinya untuk menulis daftar hadir. Sehingga nanti tidak bergantian (antisipasi covid-19)," kata Ngismatul Choiriyah, Selasa, 3 November 2020.
Dia menyampaikan hal itu saat menjadi pemateri dalam kegiatan sosialisasi pengembangan pengawasan pemilu organisasi masyarakat setempat (OMS) dan media massa se Kota Palangka Raya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng. Kegiatan tersebut digagas oleh Bawaslu Kota Palangka Raya.
Saran ini sempat menjadi poin yang dipertanyakan oleh peserta. Itu karena pihak KPU juga telah menyiapkan tempat cuci tangan, sarung tangan dan lainnya. Namun, ia tetap menyarankan hal itu.
Seusai menyampaikan materi, Ngismatul Choiriyah kembali menegaskan hal tersebut saat dimintai keterangan lebih lanjut oleh sejumlah wartawan. "Kita memang menyiapkan pulpen dan masker bagi orang yang datang ke TPS. Ini sebenarnya sebagai upaya supaya tidak ada klaster dari itu," ungkapnya.
--page
"Jadi kalau lupa, tetap diupayakan. Yang penting masyarakat betul-betul disiplin protokol kesehatan yang disiapkan," tambahnya.
Di TPS nanti, pemilih yang datang tetap mengawali dengan cuci tangan, mengecek suhu tubuh dan menggunakan sarung tangan yang telah disiapkan.
"Kalau ada suhu tubuh melebihi 37,3 derajat, maka petugas KPPS akan mengalihkan ke bilik tersendiri. Jadi tiap TPS ada bilik khusus diperuntukkan bagi mereka yang suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat," jelasnya.
KPU juga menyiapkan pakaian hazmat untuk satu orang petugas. Fungsinya, untuk mendatangi jika ada pemilih sakit tidak bisa datang ke TPS.
"Petugas akan mendatangi dengan memakai pakaian hazmat. Itu hanya untuk menjaga, membentengi petugas supaya aman," tuturnya. (BUDI YULIANTO)








