PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kota Palangka Raya, Endrawati mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk hati-hati menyikapi pelaksanaan pemilihan kepala daerah atua Pilkada. Terlebih ketika bermain di media sosial. 

"Pesan saya hati-hati menggunakan medsos. Tangannya, jarinya, ditahan dulu. Mungkin itu dianggap biasa ya, tapi bisa berpihak (terhadap salah satu pasangan calon)," kata Endra, Selasa, 3 Desember 2020. 

Pesan tersebut disampaikan karena adanya temuan dua ASN terkait netralitas pada Pilkada Kalteng. Pihaknya sudah merekomendasikan terhadap ASN itu. Dua ASN yang dimaksud masing-masing bertugas di lingkungan pemerintahan dan perguruan tinggi. 

"Jadi mereka menyukai status paslon baik 1 atau 2. Dalam ketentuannya, ASN dilarang berpihak kepada paslon karena harus tetap netral," ungkapnya. 

Endra - sapaan akrabnya - menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan sosialisasi pengembangan pengawasan Pemilu organisasi masyarakat setempat (OMS) dan media massa se Kota Palangka Raya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Provinsi Kalteng. 

--page

Dalam kesempatan tersebut, dia mengajak semua pihak ikut aktif melakukan pengawasan. "Tanggung jawab suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi 9 Desember mendatang bukan hanya di tangan kami saja, tapi semua elemen masyarakat," tuturnya. (BUDI YULIANTO)