BORNEONEWS, Sampit - Sejak awal November 2020 hingga hari ini, pasien Covid-19 meninggal mengalami peningkatan. Bahkan 3 orang pasien positif dan 1 orang probable meninggal.
"November 2020 ini mengalami peningkatan kasus positif meninggal dan rata-rata berusia di atas 50 tahun," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim, Multazam, Rabu, 04 November 2020.
Pasien pertama meninggal yakni pada Minggu, 01 November 2020 lalu. Yakni seorang laki-laki berumur 52 tahun, asal Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim.
Sedangkan pasien kedua meninggal pada Senin, 02 November 2020. Berjenis kelamin perempuan, berumur 38 tahun, yang juga warga Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Selasa, 03 November 2020, seorang pasien probable meninggal dunia. Dan sudah diambil swabnya sehari sebelumnya. Sehingga masih menunggu hasil tersebut, guna mengetahui positif atau negatif Covid-19.
--page
Pasien probable dimakamkan secara Covid-19. Hal itu dilakukan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya. Karena dikhawatirkan pasien tersebut hasil swabnya positif Covid-19.
Sementara pasien positif Covid-19 yang meninggal hari ini, berjenis kelamin laki-laki, berusia 69 tahun dan dimakamkan di Jalan Jendral Sudirman Km 6 Sampit.
"Semua keluarga yang meninggal ini juga di tracking, sedangkan yang probable masih tunggu hasil swab," katanya.
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yudha Herlambang, mengungkapkan bahwa rata-rata yang pasien positif Covid-19 meninggal memiliki riwayat penyakit penyerta.
"Kami sudah berupaya maksimal untuk penyembuhan, namun karena ada penyakit penyerta, membuat imun tubuh pasien tidak kuat," katanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








