KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Mencoba peruntungan dengan berjualan buah nanas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan suami istri lanjut usia atau Pasutri Lansia, yakni Utom (78) dan Juriah (60) dari Desa Trans G3, Kecamatan Dadahup ini rela datang ke Kota Kuala Kapuas.

Mereka menyewa sebuah rumah kayu, sekaligus jadi tempat menjual dagangannya itu di pinggir Jalan Cilik Riwut, tepatnya sebelum lampu merah tugu adipura Kota Kuala Kapuas.

Di usianya yang sudah tergolong senja ini, tidak menyurutkan semangat mereka untuk berusaha. Dengan tubuh rentanya, mereka masih semangat menunggu datangnya pembeli.

Tetapi, kesulitan mulai dirasakan ketika sudah hampir satu bulan ini mereka berjualan di lokasi itu, ratusan buah nanas yang dijualnya tidak kunjung laku atau habis. Dampaknya, buah nanas mulai berubah warna.

"Iya kesulitan menjual, ini nggak laku. Baru pindah 1 bulan di sini," kata mbah Utom saat dibincangi wartawan, Kamis malam, 5 November 2020.

--page

Lebih lanjut ia menyebutkan, buah nanas yang dijualnya itu dibeli dari peladang di Dadahup. "Harga perbijinya dari Rp2.500,- sampai Rp3.000,- lebih saja kami jual di sini," ucapnya.

Sebelumnya, pasutri lansia penjual nanas ini sempat viral di media sosial facebook dan menjadi perhatian netizen. Itu berkat postingan akun bernama Zanet yang kini sudah banyak dibagikan.

Berkat itu juga, masyarakat yang melihat postingan itu nampak berdatangan ke tempat jualan Pasutri Lansia untuk membeli dagangannya sebagai bentuk kepedulian. Bahkan Anggota DPRD Kapuas, Kunanto nampak memborong dagangan mereka malam ini. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)