SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hari ini sebanyak 27 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melaksanakan pembelajaran tatap muka karena sudah mendapatkan izin dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. 

Salah satunya yakni SMPN 2 Sampit. Sebanyak 63% dari 753 siswa di sekolah tersebut mendapatkan izin dari orangtua atau walinya untuk mengikuti pembelajaran tersebut. 

"Di sekolah kami, ada 63% atau 496 siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, sedangkan sisanya tetap melaksanakan melalui dalam jaringan," ujar Kepala SMPN 2 Sampit Abdurrahman, Senin, 9 November 2020. 

Ia menerangkan, ada 47% siswa yang tidak ikut belajar tatap muka. Karena mereka tidak mendapatkan izin dari orangtuanya. Hal itu tidak bisa mereka paksakan. 

"Pembelajaran tatap muka ini hanya bisa diberikan kepada siswa yang diberi izin orangtuanya. Kalau orangtuanya masih khawatir terkait dengan Covid-19, maka kami berikan pembelajaran lewat daring saja," kata Abdurrahman. 

--page

Sementara, pembelajaran tatap muka di sekolah mereka hanya dilaksanakan 3 hari saja dalam sepekan. Yakni Senin untuk klas VII, Selasa kelas VIII, dan Rabu kelas IX. Dalam sehari, ada pembagian dua shift.

"Shift pertama pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB, dilanjutkan shift ke-2 pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB," terang Abdurrahman. 

Sementara, mereka menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Terutama menghindari berkerumun banyak siswa, tempat cuci tangan, dan yang utama dalam 1 kelas hanya diisi kurang dari 50%, jumlah siswa. 

"Dalam 1 kelas hanya diisi 10 hingga 18 siswa saja. Karena kami menghindari terjadinya kerumunan," kata Abdurrahman. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)