SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Orderan fiktif menimpa sejumlah pengemudi ojek online di Sampit. Kasus ini memang marak sejak beberapa hari terakhir. Terbaru, orderan fiktif ini diantarkan ke IGD RSUD dr Murjani Sampit.

Terbaru, Senin, 9 November 2020, ada 5 pengemudi ojek online mengantarkan pesanan fiktif makanan. Padahal tidak ada yang memesan.

Bahkan hari ini saja, sudah ada 5 orang driver ojol yang datang ke ruang UGD mengantar pesanan dalam jumlah besar. Bahkan, ada pengemudi yang menangis-nangis minta dibayar karena pesanan banyak.

"Hari ini ada 5 orang penjual online dan ojek online datang. Mereka ada yang menangis-nangis. Padahal tidak pernah ada yang memesan," kata Kepala IGD RSUD dr Murjani Sampit, Akhmad Husain, Senin, 9 November 2020. 

Hal serupa tidak hanya terjadi pada hari ini. Namun sudah sering terjadi terhadap pegawai rumah sakit. Sebagian, penjual online memang tidak minta ganti rugi, namun ada pegawai rumah sakit yang membantu membayarnya. 

"Kalau terus-terusan seperti, pegawai rumah sakit jadi dimanfaatkan untuk hal tersebut. Dan mereka juga tidak bisa mengganti semua orderan yang ditujukan," kata Husain. 

--page

Dirinya menyebutkan, orderan baik itu makanan, barang, dan pulsa, rata-rata di atas Rp 200 ribu.

Pihaknya berharap, kepada penjual online atau ojek online agar nantinya jika ada orderan yang mengatasnamakan dokter atau pegawai rumah sakit bisa dikonfirmasi lebih dulu atau minta bayar dimuka guna menghindari orderan fiktif tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)