SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tongkang dan tugboat milik PT Sarpatim disebut tidak memiliki penerangan hingga terjadi kecelakaan air itu dari keteragan saksi saat sidang dengan terdakwa Riono dan korban meninggal Saipul

Riono merupakan mahkota kapal KM Surya Pratiwi, sementara korban nahkoda tugboat TB Aik Gadis I yang menarik tongkang bermuatan kayu milik PT Sarpatim.

Saks Firman Aditya menerangkan kalau dirinya bertugas sebagai mualim jaga KM Surya Pratiwi bertugas awasi keadaan sekitar, saat itu tugbout dan tongkang angkut kayu milik PT Sarpatim diakuinya tidak kelihatan.

"Tugboat (TB Aik Gadis I) tidak kelihatan karena terlindung kayu yang mereka angkut," tegasnya dalam sidang, Senin, 9 November 2020 yang dipimpin hakim AF Joko Sutrisno.

Mereka tidak bisa menghindar lagi, karena saat itu posisi tongkang tidak terlihat karena cuaca dalam kondisi hujan.

--page

Sementara itu korban selamat ditolong oleh warga sekitar sebelum mereka menurunkan sekoci kapal mereka.

Yusifa Catur Oktavianus yang juga sebagai saksi menerangkan saat itu dirinya pegang kemudi KM Surya Pratiwi atas perintah nahkoda kapal atau terdakwa.

"Waktu itu hujan deras dan kabut gelap, di depan kita ada tongkang dan tugboat tidak ada lampu," ujarnya.

Menurutnya mereka mau menuju ke Sulawesi, di mana saat kejadian itu yang bertugas adalah dirinya sebagai juru mudi.

"Posisi kapal di depan tidak kelihatan, saya hanya ikut arahan bapak pandu saja, belok atau berubah haluan atas perintah nahkoda atau pandu. Waktu itu kabut dan pandangan terbatas, kita selama di kapal langsung stop mesin setelah kecelakaan, kecelakaan posisi kapal searah," tukasnya.

--page

Sementara itu saksi dari rekan korban atau ABK tugboat milik PT Sarpatim akan diperiksa pekan mendatang oleh hakim dan jaksa.

Diketahui, kapal kargo KM Surya Pratiwi menabrak tongkang loading kayu milik PT Sarpatim, GS5 yang ditarik TB Aik Gadis I hingga menyebabkan TB Aik Gadis I tenggelam.

Kejadian itu pada Rabu, 9 September 2020 di perairan Mentaya, Desa Bagendang Hulu, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Akibat kejadian itu TB Aik Gadis I terbalik hingga mengakibatkan nahkodanya Saipul tenggelam dan ditemukan tewas. (NACO/B-6)