BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna menggugah minat untuk berkecimpung dalam dunia kewirausahaan, menjadi tujuan Pengusaha Nasional asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), H. Abdul Rasyid AS beberapa kali mengundang milenial berkunjung ke perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi miliknya.
Kunjungan kaum milenial yang terdiri dari mahasiswa dan anggota organisasi pemuda dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Lamandau dan Seruyan untuk melihat dan belajar langsung di perusahaan yang tergabung dalam Citra Borneo Indah (CBI) Group yaitu PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS),Tbk dan PT Sulung Ranch, Selasa, 10 November 2020.
H Abdul Rasyid AS pun dengan semangat memberikan motivasi dan tips agar milenial berani berwirausaha.
"Jadi tujuan mengundang kalian ke kebun dan peternakan sapi milik saya ini bukan bermaksud pamer. Namun saya sangat menginginkan semakin banyak putra dan putri dari Kalteng yang berani berwirausaha," jelas H Abdul Rasyid AS.
Apalagi, menurut H Abdul Rasyid AS, di negara-negara lain saat ini banyak bermunculan anak muda yang berani berwirausaha.
--page
"Bukan hanya itu saja, saat ini banyak investor besar dari luar negeri datang ke Indonesia untuk membuka usaha. Sedangkan di tempat kita, mayoritas pelaku usaha hanya bisa berusaha skala kecil. Sementara bidang usaha yang besar banyak dilakukan orang dari daerah dan negara lain," jelas H. Abdul Rasyid AS.
Dia tidak ingin suatu saat nanti masyarakat lokal Kalteng hanya bisa melakukan bidang bisnis yang kecil saja.
"Karena itulah saya selalu memotivasi generasi milenial, beranilah bermimpi besar. Terus belajar dengan rajin, selalu memotivasi diri dan tidak takut akan jatuh bangunnya selama melakukan usaha. Saya sendiri berasal dari desa di daerah Rantau Pulut Kabupaten Seruyan. Karena saya berani mencoba dan tidak mau menyerah bila mengalami kesulitan atau kegagalan, akhirnya saya bisa mencapai keberhasilan seperti saat ini," jelas H. Abdul Rasyid AS.
Selain itu, H Abdul Rasyid AS mengatakan keberhasilan atas ide yang terlontar darinya yang kemudian direalisasikan hingga berhasil. Hal itu berimbas hingga menarik minat banyak pihak untuk memlelajarinya, bahkan diakui ide orang lain.
"Contohnya program Integrasi Sawit Sapi. Awalnya saat saya lontarkan ide tersebut dan PT Sulung Ranch mulai beroperasi tahun 2006, pemerintah Kabupaten Kobar saat itu sedikitpun tidak pernah meliriknya," jelas H. Abdul Rasyid AS.
Namun, lanjut H Abdul Rasyid AS, saat progran tersebut ternyata dianggap sukses dan menarik minat banyak pakar dan berbagai daerah mengunjungi PT Sulung Ranch untuk belajar hal tersebut. Tiba-tiba belakangan ini dalam suatu kesempatan, ada yang mengakui ide tersebut miliknya.
"Tentunya hal yang diucapkan orang tersebut kebohongan belaka. Jadi ayo kita mulai berwirausaha, motivasi diri dan keluarkan ide-ide kreatif untuk membangun kewirausahaan. Sebagai masyarakat Kalteng ayo bersama kita berkecimpung dalam dunia bisnis kewirausahaan, agar bisa menjadi tuan rumah di tanah sendiri dan tidak menjadi penonton atas keberhasilan orang dari daerah dan negara lain yang berbisnis di tanah kita ini," jelas H Abdul Rasyid AS. (WAHYU KRIDA/B-11)








