PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pengusaha nasional asal Kabupaten Kotawaringin Barat, H Abdul Rasyid AS kembali memberikan pengetahuan bisnis kepada generasi milenial. Kali ini berasal dari Kabupaten Kapuas, setelah dua hari sebelumnya generasi milenial asal Kotim, Seruyan, Lamandau, Palangka Raya, dan Kotawaringin Barat yang mendapat ilmu pengetahuan dari owner CBI Group itu.

Memasuki hari kedua, H Abdul Rasyid tetap bersemangat membagikan ilmu pengetahuan bisnis yang didapatkan dari pengalamannya menggeluti berbagai usaha hingga sukses seperti saat ini.

Walaupun sudah berusia 62 tahun, pengusaha nasional ini tetap kuat dan bersemangat jalan kaki bersama generasi muda, sambil membagikan pengalamannya untuk memotivasi generasi milenial agar berani memulai bisnis.

"Saya tidak bosan mengingatkan pada semua orang bahwa Provinsi Kalteng itu luas, kaya dan tanahnya subur. Namun dari sekian banyaknya pengusaha yang melakukan bisnis skala besar seperti perkebunan sawit, tambang, dan usaha lainnya di Kalteng, apakah banyak yang berasal dari putra daerah sendiri?," kata H Abdul Rasyid AS.

H Abdul Rasyid AS mengatakan, hanya dirinya pengusaha yang asli putra Kalteng dan bisa bersaing dengan banyaknya pengusaha nasional dan berbisnis skala besar di Bumi Isen Mulang.

--page

"Tentunya saya merasa miris dengan hal ini. Bila ke depan tidak ada lagi muncul pengusaha besar yang betlatar belakang putra Dayak Kalteng, saya merasa sedih. Lantaran semua potensi sumber daya alam dan kekayaan Kalteng hanya dinikmati orang luar. Saya takut nantinya penduduk asli kalah bersaing dan hanya jadi penonton saja di tanah sendiri," jelas H Abdul Rasyid AS.

Untuk itulah, ia secara intens mengundang generasi milenial untuk datang berkunjung di perkebunan dan peternakan sapi miliknya.

"Sekali lagi saya bukan bermaksud pamer, karena tidak ada gunanya. Namu saya ingin menggugah motivasi milenial Kalteng, agar bersemangat berbisnis sejak muda. Ayo berlomba untuk menjadi penguasa dalam bidang perekonomian di tanah kita sendiri. Lantaran bila tidak kalian lakukan, pastinya banyak orang luar yang mengambil kesempatan itu," jelas H. Abdul Rasyid AS. (WAHYU KRIDA/B-11)