PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - H Abdul Rasyid AS mengundang generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan dan organisasi ke perusahaan di bawah CBI Group. Tujuannya agar kaum milenial Kalteng tergugah agar berani memulai bisnis.

Terkait itu, H Abdul Rasyid AS mengingatkan agar kaum milenial mempersiapkan mental dan ilmu pengetahuan bisnis yang mumpuni.

"Karena kekuatan mental itu penting untuk kita bertahan dalam dinamika bisnis. Bila mental tidak kuat, tentunya akan mudah menyerah bila menemui hambatan dan kegagalan saat berbisnis," jelas H Abdul Rasyid AS.

Selain itu, kekuatan mental tersebut juga diperlukan lantaran sebab lain yang berpotensi menggagalkan bisnis yang dilakukan.

"Pada pengalaman saya, sepertinya bila kita berhasil dalam berbisnis, pasti ada pihak lain yang selalu mencari kesalahan dan berupaya menjatuhkan. Ironisnya hal tersebut dilakukan masyarakat kita sendiri," jelas H Abdul Rasyid AS.

Owner CBI Group itu menambahkan, anehnya perusahaan yang dimiliki orang luar, malah terkesan dibiarkan saja beroperasi dengan bebas.

--page

"Sebagai contoh, di Kalteng berapa banyak pebisnis skala besar yang memang berasal dari Bumi Isen Mulang? hampir tidak ada, lantaran cuma saya satu-satunya. Namun ironisnya malah segelintir orang Kalteng malah berupaya menjatuhkan dengan membuat framing negatif pada diri dan bisnis yang saya lakukan," jelas H. Abdul Rasyid AS.

Menurut H Abdul Rasyid AS, kenapa pada pebisnis besar yang berasal luar daerah atau negara, segelintir orang tadi tidak melakukan seperti yang mereka lakukan kepada dirinya.

"Namun saya tetap berprinsip kekayaan sumber daya alam  Kalteng harus dikuasai orang daerah sendiri. Bila kita menyerah, tentunya bakal masuk pebisnis luar dan kedepan bisa saja masyarakat lokal hanya menjadi penonton atas keberhasilan yang dilakukan pebisnis luar," jelasnya.

H Abdul Rasyid AS sendiri mengaku tidaj keberatan dengan adanya pekerja yang berasal dari luar daerah atau negara.

"Namun tetap kita cari para profesional yang ilmu pengetahuannya betul-betul mumpuni. Kita sebagai penduduk asli yang merupakan pebisnis harus menjadi bosnya. Inilah yang menjadi tujuan saya mengundang milenial Kalteng untuk berani memulai bisnis sejak muda. Berani bercita-cita besar dan berusaha keras agar bisa menjadi pengusaha seperti saya," jelas H Abdul Rasyid AS. (WAHYU KRIDA/B-11)