MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Pembangunan jembatan Tumpung Laung - Sikan yang membentang di Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara mendapat keluhan dari para pengusaha batubara.

Pasalnya, mereka belum mendapatkan sosialisasi mengenai pembangunan jembatan tersebut. Sehingga mereka melaporkan keluhannya ke Pemerintah Daerah.

“Banyaknya laporan dari pengusaha angkutan batubara tentang posisi, desain dan ukuran bentang jembatan Tumpung Laung-Sikan dan rencana pembangunan jembatan Lemo yang belum disosialisasikan dan diperkirakan berpotensi menghambat lalu lintas serta menimbulkan biaya tambahan,” kata Sekda Kabupaten Barito Utara, H Jainal Abidin pada kegiatan Rakor dan  sinkronisasi antara lalu lintas angkutan jalan dengan lalu lintas angkutan sungai serta meminimalisir hambatan berlayar di sepanjang sungai Barito dalam wilayah Kabupaten Barito Utara, di aula Bappeda Litbang, Kamis 12 November 2020.

Jainal Abidin juga mengatakan bahwa,  Plt Gubernur Kalteng berpesan agar Pemkab Barito Utara untuk menangani adanya biaya jasa kapal bantu di alur pelayaran pemancangan tiang jembatan Tumpung Laung-Sikan yang memberatkan para pengusaha angkutan batu bara.

"Kemudian data kecelakaan kapal angkutan batubara di beberapa hambatan berlayar yang mengakibatkan kapal kandas dan patah antara lain di Teluk Siwak Montallat, Papar Pujung dan Jangkang Baru," ungkapnya.

Hal tersebut jelas, Jainal Abidin, merupakan tugas kita bersama dalam mewujudkan terciptanya lalu lintas angkutan yang aman, lancar dan murah di sungai Barito untuk pengelolaan sumber daya alam Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten tetangga untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya.

--page

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri pula Plt Kadis Perhubungan Provinsi Kalteng Yulindra Dedy, Kadis PUPR Kalteng H Shalahuddin, Kapolres Barito Utara, Dandim 1013/Mtw, Kejaksaan Negeri Barito Utara, Kadis Perhubungan, Kadis PUPR Barito Utara, kepala perangkat daerah dan undangan lainnya. (RAMADHANI/B-5)