BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKEDAS) pada tahun 2013 prevalensi stunting terendah ada di 3 kabupaten yakni Lamandau 25,3 persen, Seruyan 30,4 persen dan Kotawaringin Timur 36,9 persen.
"Untuk kabupaten dengan prevalensi tertinggi adalah Barito Timur 54,9 persen, Katingan 47,6 persen, dan Barito Selatan 46,3 persen," kata Fahrizal Fitri, Kamis, 12 November 2020.
Sedangkan untuk tahun 2018 prevalensi stunting terendah berada di Kabupaten Seruyan 21,84 persen, Kotawaringin Barat 22,07 persen serta Kota Palangka Raya 22,9 persen.
"Prevalensi tertinggi pada tahun 2018 ada di Kabupaten Kotawaringin Timur 48,84 persen, Barito Timur 42,5 persen dan Kapuas 41,53 persen," jelasnya.
Sementara itu, menurut Studi Kasus Gizi Balita Indonesia (SKGBI) pada tahun 2019, kabupaten dengan prevalensi stunting terendah adalah Murung Raya 17,45 persen, Lamandau 17,83 persen dan Kotawaringin Barat 23,98 persen.
--page
"Kabupaten dengan prevalensi tertinggi ada di Kabupaten Kapuas 42,37 persen, Kotawaringin Timur 39,87 persen dan Barito Timur 38,53 persen," tutupnya. (NOPRI/B-5)








