BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sebanyak 89 lembaga di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) dari pemerintah pusat pada tahun 2020 ini.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Gumas Esra melalui Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Sayusdi di Kuala Kurun mengatakan lembaga yang dimaksud adalah Kelompok Bermain, Taman Kanak-kanak, dan Satuan PAUD sejenis.
”Mayoritas yang menerima BOP PAUD tahun 2020 ini adalah TK, namun ada juga KB dan SPS. Jumlahnya secara keseluruhan adalah sebanyak 89 lembaga yang tersebar di berbagai desa/kelurahan,” ucapnya, Kamis 5 November 2020.
Dia menjelaskan bahwa BOP PAUD diberikan bagi tiap lembaga berbeda antara yang satu dengan yang lain, tergantung jumlah peserta didik yang terdaftar di masing-masing lembaga. Tahap pertama jumlah keseluruhan peserta didik dari ke 89 lembaga tersebut mencapai 3.308 orang, sehingga besaran anggaran yang digelontorkan adalah sebesar Rp 992,4 juta.
Dia menyebut, pada tahap kedua jumlah peserta didik dari ke 89 lembaga tadi adalah sebanyak 2.964 orang, sehingga bantuan yang diterima adalah sebesar Rp 889,2 juta.
--page
Lebih lanjut, di kabupaten bermotto Habangkalan Penyang Karuhei Tatau terdapat 135 lembaga, baik itu KB, TK, dan lainnya. Namun yang mengurus untuk mendapat BOP PAUD hanya 89 lembaga.
Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat lembaga tidak mengusulkan untuk mendapat BOP PAUD, misalnya saja jumlah peserta didik yang sedikit sedangkan biaya transportasi untuk mengurus ke kantor dinas terbilang besar.
“Misalnya saja lembaga yang berada di kecamatan-kecamatan yang jaraknya cukup jauh dari kantor dinas di Kurun, seperti Damang Batu, Miri Manasa atau Manuhing Raya,” beber dia.
Biaya transportasi dari kecamatan-kecamatan tadi untuk menuju Kurun cukup memberatkan bagi lembaga, sedangkan bantuan yang diterima tidak seberapa karena peserta didik di lembaga yang bersangkutan sedikit.
“Jumlah bantuan tergantung jumlah peserta didik. Jadi beberapa lembaga yang peserta didiknya sedikit serta letaknya jauh dari Kurun tidak mengusulkan untuk mendapat BOP PAUD,” tukasnya. (nth)








