BORNEONEWS, Kuala Kurun - Berdasarkan rapat dari Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi anggaran (TEPRA) Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) per 31 Oktober tahun 2020, diketahui bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah ini sudah mampu melampaui target yang ditetapkan.
”Target PAD setelah perubahan tahun 2020, yakni sebesar Rp 45.865.970.000. Hingga 31 Oktober, realisasinya sudah mencapai Rp 60.492.007.663,84 atau 131,89 persen,” ucap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Gumas Edison, belum lama ini.
Dia mengatakan, PAD yang dihasilkan tersebut berasal dari pendapatan pajak daerah, hasil retribusi daerah baik itu jasa umum, jasa usaha, perizinan terpadu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.
”Realisasi PAD yang telah mencapai target tersebut, berasal dari 16 SOPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas yang dibebankan target PAD,” ujarnya.
Sejauh ini, ada dua SOPD yang realiasi target PAD sudah diatas 200 persen, yakni Bapenda dan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP). Untuk Bapenda, target PAD Rp 13.957.500.000, dan terealisasi Rp 29.817.950.829 atau 213,63 persen. Sedangkan DPKP, target PAD Rp 28.000.000, terealisasi Rp 67.300.000 atau 240,36 persen.
--page
Selain di atas 200 persen, ada juga SOPD yang realisasi PAD sudah melampaui target 100 persen, yakni Badan Keuangan dan Aset Daerah dengan target PAD Rp 15.771.000.000, realisasinya Rp 16.520.226.893,34 atau 104,75 persen.
Lalu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan target PAD Rp 10.000.000 dan realisasinya Rp 17.000.000 atau 170 persen. Kemudian, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dengan target PAD Rp 511.000.000, realisasinya Rp 844.730.477,50 atau 165,31 persen.”Juga ada Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan dengan target PAD Rp 272.500.000, realisasinya Rp 396.914.500 atau 145,66 persen, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik dengan target PAD Rp 150.000.000, realisasinya Rp 153.946.800 atau 102,63 persen,” jelasnya.
Selanjutnya, juga ada beberapa SOPD yang capaian target PAD baru diatas 75 persen, yakni RSUD Kuala Kurun dengan target PAD Rp 9.500.000.000, realisasi Rp 8.626.827.980 atau 90,81 persen, lalu Dinas Kesehatan dengan target PAD Rp 4.068.040.000, terealisasi Rp 3.111.724.684 atau 76,49 persen.”Untuk SOPD yang realisasi PAD dibawah 75 persen, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan 59,34 persen, Dinas Pertanian 65,11 persen, Sekretariat Daerah 50 persen, Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM 61,87 persen, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 63,49 persen,” ujarnya.
Dia menambahkan, dari 16 SOPD yang dibebankan target PAD, ada dua SOPD yang hingga 31 Oktober, realisasi PAD masih 0 persen, yakni Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
”Dari data realisasi PAD ini, tentu kami berharap SOPD yang belum mencapai target PAD, harus bekerja keras dan terus berusaha untuk mencapai target yang sudah dibebankan, khususnya bagi SOPD yang realisasinya masih dibawah 75 persen,” pungkasnya. (nth)








