PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Kabar tidak menggembirakan terjadi di akhir pekan terkait dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabbupaten Murung Raya (Mura). Setelah beberapa hari melandai saat ini terjadi lonjakan siginifikan.

Berdasarkan data yang disampaikan Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mura bahwa pada akhir pekan lalu, terjadi penngkatan sebanyak 14 kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dari beberapa Kecamatan.

Sebagaimana diungkapkan Ketua Harian Gugus Tugas,  Hermon, Minggu, bahwa benar terjadi lonjakan kasus sebanyak 14 kasus di akhir pekan lalu berdasarkan hasil Swab yang dikeluarkan.

Di mana dijelaskan kasus baru terjadi di beberapa Kecamatan, di antaranya Kecamatan Murung, Kecamatan Laung Tuhup, Kecamatan Tanah Siang dan Kecamatan Barito Tuhup Raya.

Dari peningkatan kasus tersebut, dirincikan saat ini total kasus diakumulasikan sebanyak 289 yang terkonfirmasi, dimana sebanyak 18 orang dalam perawatann, 267 orang dinyatakan sembuh dan sebanyak empat orang meninggal dunia.

--page

Dijelaskannya bahwa tamahan kasus baru didapati oleh tim kesehatan dilapangan berasal dari sejumlah masyarakat yang berobat ke layanan kesehatan dengan gejala gejala mirip Covid-19, sehingga dilakukan pemeriksaan dan dilakukan Swab.

“Tambahan kasus baru ini bukan daeri klaster manapun, namun berasal dari sejumlah warga yang berobat ke layanan kesehatan dengan keluhan mirip Covid-19, kemudian dilakukan tes Swab dan benar ternyata hasilnya Positif” jelasnya.

Sebagian besar yang terkonfirmasi positif saat ini dirawat di ruang isolasi khususnya perawata Covid-19 di RSUD Puruk Cahu, dan sebagiannya melaukan isolasi mandiri karena tanpa gejala dann mendapat pengawwasan ketat dari petugas dilapangan.

Diungkapkan bahwa tambahan lonjaka kasus positif tersebut menandakan ahwa virus Corona masih ada di mana saja, dan bisa menulari siapa saja, bahkan hingga ke wilayah Kecamatan yang cukup jauh dari ibu kota Kabupaten.

Sehingga dirinya mengharapkan masyarakat jangan mengendurkan disiplin dalam menjaga diri dari terular virus tersebut, tetap menerapkan protocol kesehatan dimanapun berada dan dalam aktifitas apapun di luar rumah kalau tidak mau terpapar Covid-19 karena sampai saat ini masih bbelum ada obatnya. (Trs)