SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Calon Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor datang dan bertemu masyarakat di Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang. Ketika tiba di desa tersebut, masyarakat langsung sodorkan 3 aspirasi yang selama ini menjadi keluhan mereka. 

"Sebelum bapak berbicara, kami ingin sampaikan 3 aspirasi. Yaitu angkat tenaga guru di desa kami sebagai PNS, sediakan plasma sawit mandiri, dan buka lahan pertanian," ujar salah seorang warga disambut dukungan dari masyarakat lainnya, Selasa, 17 November 2020. 

Hal itupun langsung ditanggapi oleh Halikinnor. Bahwa dirinya siap mewujudkan permintaan tersebut, jika memang nantinya terpilih dan dipercaya masyarakat untuk memimpin Kotim. 

Halikinnor mengatakan, aspirasi yang disampaikan warga tersebut memang sangat dibutuhkan. Dan hal itu, memang harus diperjuangkan olehnya, agar masyarakat bisa lebih sejahtera. 

"Guru diangkat menjadi PNS akan kamu upayakan, dan melihat dulu bagaimana aturannya. Namun yang pasti, paling tidak mereka akan diangkat menjadi tenaga kontrak," kata Halikinnor. 

--page

Sedangkan plasma sawit mandiri, itu akan diupayakan oleh mereka. Karena hal itu sangat dibutuhkan masyarakat. Dan Halikinnor sendiri saat menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, sudah memberikan izin pembukaan pabrik kelapa sawit tanpa kebun milik swasta. 

Hal itu dilakukan, agar harga sawit bisa normal, dan berada di harga Rp 2.000 per kilogram. Sehingga, petani sawit tidak lagi menjerit. 

Sementara, pembukaan lahan pertanian juga menjadi fokus utama pasangan Halikinnor dan Irawati (Harati). Hal itu sebagai upaya agar peningkatan perekonomian masyarakat bisa tercapai. 

"Pertanian adalah penyangga pangan. Sehingga, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mewujudkan hal tersebut," terang Halikinnor.

Desa Tumbang Boloi sendiri merupakan salah satu desa terpencil di Kecamatan Telaga Antang. Untuk sampai ke wilayah tersebut, membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 7 jam dari Kota Sampit. Hal itu dikarena, infrastruktur jalan tidak beraspal. Jika hujan turun, kondisi jalan licin dan sangat membahayakan bagi yang melintas. 

--page

Sebagian wilayah di desa tersebut juga berada di seberang sungai. Sehingga, harus menggunakan perahu kecil untuk tiba di desa seberang. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)