SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kekurangan guru masih melanda wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Hal itu menjadi perhatian khusus pemkab untuk diatasi.

"Kekurangan guru atau tenaga pendidik di Kotim memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami," kata Bupati Kotim, Supian Hadi, Kamis, 19 November 2020. 

Pemkab pun mengatasi kekurangan guru tersebut dengan mengangkat tenaga kontrak. Sambil berharap ada pengangkatan CPNS untuk formasi tenaga pendidik. 

Meskipun begitu, hingga saat ini jumlah tersebut belum menutupi kekurangan. Apalagi ada keterbatasan anggaran untuk mengangkat tenaga kontrak.

"Secara berkala kami lakukan pengangkatan tenaga kontrak guru agar dapat memenuhi kebutuhan di sekolah-sekolah," kata Supian Hadi. 

--page

Sementara, kekurangan guru saat ini banyak terjadi di wilayah pedalaman Kotim. Terutama di desa-desa yang berada jauh dari perkotaan. 

Terkait itu juga, sejumlah sekolah mengangkat tenaga honorer, dengan gaji yang jauh di bawah UMK.

"Mudah-mudahan, pada 2021 mendatang kekurangan guru bisa diatasi. Karena guru penting untuk peningkatan kualitas pendidikan masyarakat," pungkasnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)