BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam dan sempitnya lokasi tambang emas yang jebol akibat desakan air dari lubang tambang lama membuat sulitnya proses evakuasi jenazah penambang.
Para penambang itu tewas dalam lubang tambang di Sungai Seribu RT 06, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Jumat, 20 November 2020.
Dari informasi yang dikumpulkan di TKP, kedalaman lubang tambang pada posisi vertikal sekitar 65 meter kedalam tanah pada trap pertama.
Kemudian, dari trap tersebut masih masuk lagi hingga kedalaman berikutnya yang mencapai 80 hingga 90 meter.
Para penambang tersebut berada diantara trap pertama dan kedua sekitar 70 meter.
--page
Di dalam lubang tersebut, terdapat lorong lainnya dalam posisi horisontal yang diperkirakan jumlahnya lebih dari satu.
Keberadaan jenazah penambang itu berada di dalam beberapa lorong tersebut. (WAHYU KRIDA/B-7)








