PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lantaran terkendala cuaca hujan, sehingga pencarian jenazah penambang yang tewas dalam lubang tambang emas di Sungai Seribu, RT 06, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabu, Jumat, 20 November 2020 sementara dihentikan.

Bupati Kobar Nurhidayah didampingi Kapolres AKBP Devy Firmansyah mengatakan pencarian korban bakal dilanjutkan lagi, Sabtu, 21 November 2020 sekitar pukul 08.00 WIB.

"Hari ini 3 korban sudah bisa dievakuasi yaitu Yuda (24 tahun) warga Kecamatan Salopa dan Rana Solihat (21) warga Kecamatan Cikeusal dan Nurhidayat  (26). Jadi ada 7 jenazah korban yang masih terjebak di dalam lubang tambang," jelas Bupati.

Menurutnya melihat kondisi di lapangan yang berpotensi membahayakan tim evakuasi yang masuk ke dalam lubang tambang menjadi salah satu alasan penghentian sementara pencarian korban.

"Malam ini tim akan berupaya dulu untuk mencari langkah lanjutan. Semoga besok semua jenazah korban bisa terangkat semua," jelasnya.

--page

Lantaran 3 jenazah sudah dievakuasi dari dalam lubang tambang, jadi ada 7 jenazah penambang lagi yang masih berada dalam lubang yaitu Tatan (30 tahun), Muharom (22),  Reza (20), Susan (25), Bayu (25), Dian (26) dan Mukadir (47). (WAHYU KRIDA/B-6)